ChaBog`s trip to Curug Cipamingkis

August 4th, 2011

Setelah sempat ‘semedi’. Akhirnya Chabogers melakukan lagi touring dan group riding. Yang merupakan rangkaian dari CHABOG`s 2011 TRIP SeRIES (gaya euy! :D biar keren nama programnya).

Bila sebelumnya dimasa kepemimpinan Bro reza a.k.a. manwalk, chabog melakukan touring ke sawarna. Kali ini setelah terjadi PAW (Pergantian Antar Waktu) di posisi koordinator chapter dari bro ManWalk ke Rhuday. Maka trip kali ini dipilih ke Curug Cipamingkis. Sekitar 6o Km dari kota Bogor (PP sekitar 120 Km) dan hanya menguras tangki +/- 3 liter saja!
Dengan memilih jalur Kandang Roda (jalur alternatif sentul) ke arah tarik kolot menuju Desa sukamaju-cibadak, kami melalui jalan yang cukup bersahabat kecuali ketika awal perjalanan dari citeureup harus melalui pasar dan kemacetannya yang khas. Cukup menyita waktu dan tenaga dan tentunya panas.

Mengawali trip dengan membuat deal pertemuan di jalur alternatif sentul pada jam 9 pagi. Trip kali ini diikuti 11 motor (reza menyusul) dengan 3 motor membawa serta boncengernya.
Para Pelaku trip kali ini adalah:
1. Rudy a.k.a. Rhuday
2. Rendy a.k.a. dcrable
3. Anto a.k.a. Ignatius.Julianto +boncenger
4. Rizki lapriza a.k.a.Coki +boncenger (inge)
5. Sure Tianto (vixion club Tangerang T080)
6. Bandhy Itachi
7. Hendrik a.k.a. tulang lauk
8. Hilmy a.k.a. kripiksetan007
9. Dedi a.k.a. Daddee
10. Januar iqbal a.k.a. cumy +boncenger (febry)
11. Reza a.k.a. ManWalk

Sepanjang jalan yang dilewati memiliki cukup view yang bagus dan menyegarkan.

Sayangnya kami tidak banyak mengambil gambar selama perjalanan menuju curug. dikarenakan keasyikan menikmati perjalanan dengan jalanan yang cenderung bersahabat. Bagi para speed lover dan yang doyan mereng-mereng, sudah pasti jalur ini cukup menantang dengan kelokan turun-naik dibarengi pemandangan sepanjang jalan yang cukup menyegarkan. Hanya saja tetap harus berhati-hati dikarenakan beberapa tikungan dengan kondisi “blank-spot” saat akan menikung.
Dan tentu saja bagi para rider yang membawa boncenger. Jalur ini cukup dapat membuat bertambahnya keimanan…eh…keintiman. Dimana dengan kondisi jalan yang berkelok dan turun naik, bila dibarengi dengan speed yang sedang-cepat akan membuat para boncenger tak ingin melepas pelukannya :D
Seperti contohnya ini :

Halah!! salah! nyang ini maksudnya :D

dan nyang ini :D :D

Sebelum menuju gerbang curug kami beristirahat hanya untuk melepas penat dan minum/makan.

Sesampainya di pintu masuk curug kami disambut Reza a.k.a. ManWalk yang ternyata telah sampai lebih dulu melalui jalur yg nantinya kami gunakan untuk pulang. Setelah diskusi dan mendapatkan informasi kami semua masuk ke area parkir motor. Dimana sebelumnya kami dikenakan retribusi sebesar 5 ribu/motor.
Saat memarkir motor kami mendapatkan informasi dari seorang pedagang bakso untuk berhati-hati. Karena ternyata dihari itu, sebelum kami datang telah terjadi keributan antara jagawana dan masyarakat sekitar. Dan ternyata saat kami datang lokasi wisata itu dikuasai masyarakat dan retribusi yang kami bayar pun masuk ke kantong masyarakat.
Tidak masalah, tujuan kami hanya ingin berkunjung dan ber-wisata…so…kami tetap melanjutkan masuk ke area curug. Ternyata untuk menuju curug utama dibutuhkan kekuatan, keinginan dan usaha yang cukup keras :)
Bahkan menurut bocoran, El Toro si indiana jones, yang pertama kali meretas dan menemukan tempat wisata ini tak sanggup menghadapi kerasnya jalur menuju curug utama. Konon…El Toro lebih memilih mendayung menyebrangi selat sunda daripada harus melalui jalan yang menuju curug utama. Kebayang kan sama agan-agan sekalian bagaimana sulitnya medan? (lebay mode: ON)

dan inilah yang dituju :





























Sebelum pulang :







Setelah itu kami pulang melalui arah lain yaitu melalui loji-cipanas-puncak-Bogor. Dan sebelumnya mampir dulu di sate maranggi cipanas

untuk mengisi perut. Dan akhirnya pulang ke rumah masing-masing

Sekian aja RR ane dalam rangaka CHABOG`s 2011 TRIP SeRIES.

Taking Chances

June 7th, 2011

Here are a few good quotes about taking chances:

1. Do one thing every day that scares you. -Eleanor Roosevelt

2. Trust your own instinct. Your mistakes might as well be your own, instead of someone else’s. -Billy Wilder

3. To dare is to lose one’s footing momentarily.  To not dare is to lose oneself. -Soren Kierkegaard

4. I am always doing that which I cannot do, in order that I may Learn how to do it. -Pablo Picasso

5. Take a chance! All life is a chance. The man who goes farthest is generally the one who is willing to do and dare. -Dale Carnegie

6. Our lives improve only when we take chances and the first and most difficult risk we can take is to be honest with ourselves. -Walter Anderson

7. Take chances, make mistakes. That’s how you grow. Pain nourishes your courage. You have to fail in order to practice being brave. -Mary Tyler Moore

8. I would rather fail in an attempt at something new and uncharted than safely succeed in a repeat of something I have done. -A.E. Hotchner

9. Living might mean taking chances but they’re worth taking, Loving might be a mistake but it’s worth making. -Leanne Womack

10. The only time you run out of chances is when you stop taking them. -Unknown

11. Don’t worry about failure. Worry about the chances you miss when you don’t even try. -Unknown

12. Behold the turtle. He makes progress only when he sticks his neck out. -James B. Conant

13. Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the ones you did. -Mark Twain

14. You’ve got to go out on a limb sometimes, because that’s where the fruit is. -Will Rogers

15. Progress always involves risks. You can’t steal second base and keep your foot on first. -Frederick B. Wilcox

16. Nought venture nought have. -John Heywood

17. Even those who venture to dip a toe in the pond of risk never allow themselves to get used to the water. -David Viscott

18. Only those who dare to fail greatly can ever achieve greatly. -Robert F. Kennedy

19. Leap and the net will appear. -Proverb

20. To conquer without risk is to triumph without glory. -Pierre Corneille

So…are you feeling a little ready to take some chances now?  Hopefully you find some of these motivational enough to copy and post on your bathroom mirror.

Samakan Kasus Lia Eden dengan Nabi Muhammad, Tokoh JIL Minta Maaf

February 18th, 2010

Sumber: detikcom – Kamis, 18 Februari

Samakan Kasus Lia Eden dengan Nabi Muhammad, Tokoh JIL Minta MaafSaksi ahli dari pemohon penghapusan UU Nomor 1/1965 Tentang Penodaan Agama, Luthfie Assyaukanie akhirnya meminta maaf atas pernyataannya yang menyamakan kasus penyebaran agama oleh Lia Eden dengan Nabi Muhammad. Tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) itu mengakui pernyataan itu sangat sensitif dan telah memikirkan secara matang tentang pernyataan tersebut.

“Saya di ruang kelas selalu berpikir apakah menyembunyikannya atau membukanya. Saya sudah konsultasi ke teman-teman tentang pernyataan ini apakah harus diungkapkan atau tidak. Dan saya sudah mengoreksi draft untuk MK hingga beberapa kali,” kata Luthfi Assyaukanie dalam sidang MK di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu, (17/2/2010) .

“Saya juga memahami penyataan saya akan mengundang kontroversi seperti oleh perwakilan MUI tadi. Saya minta maaf kalau ini melukai,” tambah dia.

Peraih PhD Studi Islam dari Melbourne University ini mengaku bahwa kata menyamakan kesalahan antara Lia Eden dan Nabi Muhammad merupakan contoh ekstrem. Menurut dia, awalnya Islam salah menurut orang Quraisy. Muhammad lalu dikejar-kejar oleh kelompok mayoritas. Hal ini sama dengan sekarang, Lia Eden. “Kami cuma mau memberikan contoh yang ekstrem,” kilahnya.

Alumnus Jordan University ini juga meluruskan pemahaman penyamaan sekulerisasi dan sekulerisme menanggapi pernyataan hakim konstitusi. Menurut dia, sekulerisasi muncul jauh sebelum ada sekulerisme. Sekulerisasi memisahkan agama dengan dunia dalam pengertian positif.

“Dan awalnya, sekulerisasi bukan tendensi untuk memojokkan agama. Tapi satu abad setelah itu, muncul sekulerisasi pada awal renaissance yang cenderung atheis,” pungkasnya.

Pernyataan ini membat suasana balkon, yang sebagian besar dipenuhi kelompok pendukung UU Nomor 1/1965 langsung memberikan komentar tidak sedap. Sebagian mencaci maki dan sebagian mengumpat. “Munafik,!” teriak salah satu orang.

Rahasia orang yang selalu beruntung

February 16th, 2010

RAHASIA SI UNTUNG

gladstone2Anda pasti kenal tokoh is Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstoneini. Betapa enaknya hidup is Untung.

Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika
Untung Dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu is Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti is Untung, don’t worry, ternyata beruntung itu Ada ilmunya.

Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, Dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesannya seperti
main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam Koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok is Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?

Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang! Ada 43 gambar di Koran ini”. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 Koran, Wiseman menaruh pesan
lain yang bunyinya: “berhenti menghitung sekarang Dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, Dan menangkan $250!” Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.

ddSingkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang
Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka
lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, Dan
bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan? Ternyata
orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks Dan terbuka
terhadap pengalaman-pengalam an baru. Mereka lebih terbuka terhadap
interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, Dan menciptakan
jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga
tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru. Sebagai contoh, ketika
Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual
toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel,
dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!”
Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang
kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir
lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet,
salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan
jaringan toko permata nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya,
Dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet.
Perkenalan pun terjadi Dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak
mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung
kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli
jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan
Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika.
Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata
sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi)
daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat
membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling”. Yang Barangkali
sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi
akan sulit Kita dengar jika otak Kita pusing dengan penalaran yang tak
berkesudahan.
Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi
mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang
tenang, Dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan
makin sering digunakan, intuisi Kita juga akan semakin tajam.
Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu bagaimana?
Apakah tiba2 Ada suara yang terdengar menyuruh Kita melakukan sesuatu? Wah,
kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar suara
yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan. Karena ini
subyektif, mungkin saja Ada orang yang beneran denger suara.Tapi kalau
pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam
berbagai bentuk, misalnya:

- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba2 deg-degan
ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan Kita sesungguhnya sering
memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2
meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang
lagi.

- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain
ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami.
Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited
setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian
saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa
hal lain.

- Isyarat dari luar. “Follow the omen” demikian kalau kata Paulo Coelho di
buku the Alchemist. Baca “isyarat2″ dari luar yang datang pada Anda. Saya
juga beberapa kali mengalami. Misalnya pernah saja tiba2 di TV saya kok
merasa sering melihat iklan suatu perusahaan tertentu, kemudian ketemu
teman kok membicarakan perusahaan itu lagi, di jalan melihat iklan
perusahaan tadi. Belakangan perusahaan tadi ternyata menjadi klien saya.
Jadi kalau akhir2 ini Anda sering berpapasan dengan Mercedez S Class dua
pintu, barangkali itu suatu pertanda.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang
Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu
berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental
yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan
akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda
lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal,
bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme
dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya
menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya.
Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan
sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok
bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang
dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah2 perampokan
begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya
ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet
duit”. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus. Mereka
dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi
keberuntungan.

Sekolah Keberuntungan
Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School.
Saya yakin Anda semua sudah beruntung dan tidak perlu bersekolah di Luck
School. Tapi ada baiknya mengintip sedikit, latihan2 apa yang diberikan di
Luck School.
Salah satu yang menonjol dari orang sial adalah betapa mereka sering
mengabaikan hal-hal yang positif di sekitar mereka. Misalnya salah satu
pasien Prof Wiseman, adalah seorang wanita single parent, yang sangat sial.
Ketika diminta menceritakan hidupnya akan segera nyerocos menceritakan
setiap detil kesialannya. Betapa sulitnya memperoleh pasangan, sudah ketemu
pria yang cocok tapi si pria jatuh dari motor, di lain kesempatan si pria
jatuh dan patah hidungnya, sudah hampir menikah, gereja nya
terbakar, dan sebagainya. Pokoknya benar2 sial. Padahal, dalam setiap
interview, si wanita datang membawa 2 orang anak yang sangat lucu2 dan
sehat. Sebagian besar dari kita akan merasa sangat beruntung memiliki 2
anak tadi. Tapi tidak bagi si wanita sial tadi. Karena 2 anak lucu tadi
tidak ada dalam pikiran si wanita, yang otaknya sudah penuh dengan
“kesialan”. Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah
dengan membuat “Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, wanita
tadi harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.
Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit,
tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan
semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.

Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka,
semakin mereka akan sadari betapa mereka beruntung. Dan sesuai prinsip
“law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung,
maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.

Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa
beruntung. Termasuk Anda.

Siap mulai menjadi si Untung?

(Sumber: kaskus dan beberapa blog)

Facebook bermasalah pada Blackberry

February 11th, 2010

BlackBerry pictures QL 1021031516

Sepertinya sebagian besar pengguna Facebook setiap harinya sering mendapatkan banyak masalah dengan aplikasi streaming Facebook mereka. Laporan tersebut hampir di seluruh layar pengguna blackberry, tetapi kebanyakan karena tampilan facebook yang baru. Mungkin untuk pertama kali tampil, tidak memiliki banyak masalah. Tetapi kemudian memang pengguna mengalami kesulitan mendapatkan feednya saat di lakukan refresh. Tidak ada penjelasan lebih lanjut untuk hal ini.

Bahkan untuk Indonesia masalah ini dialami oleh semua operator. Masalah tersebut mulai dirasakan sejak Rabu kemarin begitu Facebook melakukan perubahan wajah versi mobilenya. Warih mengatakan masalah itu kemungkinan besar memang berkaitan dengan pergantian sistem yang dilakukan Facebook. Menurutnya, ada script yang mungkin tidak sesuai dengan layanan BlackBerry sehingga gagal akses.

“Kita juga sudah laporkan masalah ini ke RIM, tapi belum ada penjelasan resmi. Kami juga komplain kenapa tidak ada pengumuman sebelumnya,” ujar Warih. (berbagai sumber)

Harga Perselingkuhan: 4 Kerbau Plus 1 Babi

February 11th, 2010

VIVAnews – Di zaman modern, masih ada saja penegak hukum yang menggunakan hewan ternak sebagai alat pengganti uang. Hewan-hewan itu bahkan bisa dijadikan sebagai alat pembayaran ganti rugi.

Itulah yang terjadi di suatu pengadilan adat di negara bagian Sabah Malaysia saat pekan lalu menjatuhkan hukuman kepada sepasang warga yang ketahuan berselingkuh. Hukumannya adalah denda uang sebesar 2.000 ringgit (sekitar Rp 5,4 juta), plus empat ekor kerbau dan seekor babi.

Demikian ungkap harian Malaysia, The Star, Minggu 31 Januari 2010, atas putusan hakim pengadilan adat masyarakat tradisional Penampang. Vonis yang dijatuhkan pada Jumat pekan lalu, 29 Januari 2010, bermula dari laporan seorang perempuan bahwa suaminya ketahuan berselingkuh dengan perempuan lain.

Gugatan itu diajukan tahun lalu. Menurut pengakuan istri, suaminya sudah tidak lagi mesra kepada dirinya sejak dia terdaftar sebagai seorang mahasiswa di suatu universitas di Sabah pada 2006.

Sang istri akhirnya bisa memergoki suami sedang berduaan dengan selingkuhannya di suatu rumah. Si suami saat itu hanya pakai celana pendek, sedangkan kekasihnya menggunakan sarung. Itulah yang membuat si istri marah besar sehingga dia mengajukan gugatan ke pengadilan.

Merasa sudah punya cukup bukti, Hakim William Sampil akhirnya memutuskan bahwa kedua tergugat bersalah melakukan hubungan di luar nikah. Sebagai hukuman, pria yang menjadi tergugat dikenakan denda RM1.000 dan harus membayar ganti rugi RM 1.500 atau seekor kerbau kepada istrinya.

Dia pun harus menyiapkan seekor babi atau uang sebesar RM500 kepada kedua putranya. Tak hanya itu, pria itu juga harus membayar ganti rugi kepada penduduk Kampung Langkuas di Papar, tempat dia dan keluarganya tinggal, yaitu berupa seekor kerbau atau uang RM1.500.

Selingkuhannya tak ketinggalan dijatuhi denda. Perempuan itu wajib bayar denda RM1.000 serta membayar ganti rugi kepada pihak penggugat (istri kekasihnya) berupa satu ekor kerbau. Penduduk di Desa Keningau tempat dia tinggal juga patut mendapat ganti rugi seekor kerbau untuk menutup aib yang dia buat.

Jadi, total empat ekor kerbau dan seekor babi dilibatkan dalam kasus perselingkuhan itu.

Mulutmu-Harimau-mu…

February 10th, 2010

artinya segala perkataan yang terlanjur kita keluarkan apabila tidak difikirkan dahulu akan dapat merugikan diri sendiri.(wiki)

Sadar atau tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja, serius atau iseng. Menjaga perkataan adalah suatu keharusan. Apabila salah berkata, bukan mustahil akan menjadi bumerang bagi yang ‘melepaskannya‘.

Salah satu buktinya pernah terjadi di masa revolusi Perancis beberapa ratus tahun silam. Kala itu, sang jenderal legendaris, Napoleon Bonaparte, saat berperang di Timur Tengah pada tahun 1799 bermaksud akan melepaskan 1200 tentara Turki yang berhasil ditawan Perancis ketika mereka berhasil merebut Jaffa.

Saat itu Napoleon sedang terserang influenza. Maka, ketika ia menginspeksi pasukan, ia sering terbatuk-batuk. Karena penyakit itu, ia kemudian mengumpat “Ma sacre toux” yang artinya “Batuk sialan”. Tapi, perwira pendamping Napoleon merasa sang jenderal mengatakan “Massacrez Tous” yang artinya “Bunuh Semua”.

Akibatnya, seluruh 1200 orang tawanan Turki itu dibunuh hanya karena batuk sang jenderal. Jadi, hati-hatilah dengan ucapan Anda.

Prita dan Luna Maya: Opera van Internet Khas Indonesia

December 24th, 2009

Sumber : detikinet

lunalux 285ebi

Bahkan ada saatnya kesabaran mendapatkan ujian yang paling tinggi, ketika magma kemarahan, kekesalan dan kekecewaaan mendapatkan momen untuk meledak. Internet, ibarat pipa kapiler, yang secara sunyi dan perlahan menyalurkan letupan-letupan ekspresi yang pada suatu masa niscaya berujung pada ledakan masif.

Ketika berkomunikasi termediasi dengan teknologi sedemikian rupa, maka kegamangan rentan terjadi. Kita lebih banyak “berbicara” melalui perantara e-mail, twitter, facebook dan messenger ketimbang menggunakan lidah dan mulut untuk menghasilkan ucapan yang terdengar.

Kita pun terasa lebih nyaman “berucap” dengan ujung jari, melalui keyboard laptop ataupun keypad BlackBerry, ketimbang harus menunjukkan bahasa tubuh (wajah) saat berkomunikasi.

Hal demikian mengakibatkan kita kehilangan total 93% faktor penting saat berkomunikasi, menurut sebuah penelitian seorang profesor dari UCLA, yaitu 38% faktor intonasi suara dan 55% faktor bahasa tubuh. Itulah faktor bahasa non-verbal yang hilang ketika kita berkomunikasi di dunia maya saat ini.

Simbol Komunikasi

Lantaran hanya bermodalkan pada sisa 7% yaitu bahasa verbal, maka wajarlah bila kita pahami bahwa apa yang sekedar terdengar atau tertulis dalam sebuah komunikasi ataupun ekspresi, bukanlah persis sesuai dengan apa yang dimaksud atau dituju oleh penyampai pesan.

Komunikasi bermediasi komputer (computer-mediated communication) dan Internet, disadari atau tidak, merekonstruksi cara pemahaman orang terhadap simbol-simbol komunikasi. Kini kita lebih percaya kesahihan bahasa verbal yang tertulis di facebook, twitter ataupun e-mail ketimbang lebih dahulu mencoba mencerna konteksnya.

Dulu, ketika proses komunikasi masih sesederhana tatap muka (face-fo-face), konteks dapat dipahami dari bahasa non-verbal. Dengan memahami konteks, kita bisa lebih memiliki kelapangan hati dalam memahami kondisi si penyampai pesan. Apakah dia sedang bahagia, marah ataupun tertekan, bisa menjadi justifikasi kita untuk menilai utuh sebuah pesan yang disampaikan.

Sekarang, kita seakan tidak peduli lagi. Pesan yang disampaikan seseorang kita nilai dingin sebagaimana pesan itu tertulis atau tersampaikan. Maka kini kita merasa lebih mampu menilai kepribadian dan niat seseorang hanya dari pesan tertulisnya, yang notabene hanya mewakili 7% faktor komunikasi, ketimbang mencoba menggali dan memahami konteks yang mengakibatkan adanya pesan tersebut.

Dalam pendekatan ilmu komunikasi bermediasi komputer, ditegaskan pula bahwa karena ketiadaan interaksi sosial secara fisik (tatap muka), maka masing-masing pelaku komunikasi akan menciptakan sendiri kesan stereotipe dan persepsi ideal dari figur lawan berkomunikasinya. Inilah yang kemudian disebut sebagai sebuah bentuk hyperpersonal, ketika komunikasi yang sifatnya “personal” dipersepsikan sedemikan rupa oleh pihak lain, ketika tersampaikan melalui Internet (facebook, twitter, dan sebagainya). Bahkan persepsi yang timbul kemudian, bukan tidak mungkin menjadi makin kabur dari kenyataan yang sesungguhnya.

Ranah Maya

Maka terjadilah kasus Prita Mulyasari dan kasus Luna Maya. Serupa tapi tak sama. Lantaran pesan yang disampaikan oleh keduanya dianggap tersebar, disebarkan ataupun menyebar di ranah publik, maka dengan mudah hal tersebut ditangkap oleh pihak-pihak yang dengan berbagai kemungkinan motivasi memang ingin memperkarakannya.

Pesan yang disampaikan oleh Prita melalui e-mail maupun yang disampaikan oleh Luna Maya melalui twitter, kemudian hanya diterjemahkan “apa adanya”. Mengapa atau apa alasan Prita dan Luna Maya (sampai harus) menyampaikan pesan tersebut, (sempat) terabaikan sedemikian rupa.

Ketika domain komunikasinya adalah di ranah maya, maka keberadaan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), khususnya pasal 27 ayat 3, dianggap obat yang cespleng untuk menjerat keduanya.

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan / atau mentransmisikan dan / atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan / atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan / atau pencemaran nama baik”, demikian isi pasal 27 ayat 3 UU ITE tersebut.

Pasal Karet

Melankolis sekali, tetapi memang demikian faktanya. Pasal penghinaan dan pencemaran nama baik ini sangat rentan disalahgunakan hanya untuk melindungi “perasaan” seseorang ketimbang hal lainnya.

Dan sayangnya, seseorang di sini bukanlah sembarangan “seseorang”, tetapi pihak atau sekumpulan yang secara status (merasa lebih unggul) daripada si penyampai pesan. Entah unggul dari sisi sumber daya finansial maupun sumber daya opini publik.

Pasal ini memang pasal karet, karena sifatnya yang sangat subyektif. Siapapun kemudian berhak merasa dihina atau dicemarkan nama baiknya, hanya karena sebuah postingan di Internet. Siapapun kini merasa dilindungi oleh pasal ini, dan kemudian balik menggunakannya untuk “menyerang” orang lain yang dalam keadaan tertentu harus menyampaikan ekspresi, informasi atau pendapatnya.

Maka ketika siapapun berhak untuk “merasa” dihina dan / atau dicemarkan nama baiknya oleh orang lain, dan ketika suatu postingan di Internet dapat dengan mudah dianggap memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik, ditambah dengan keberadaan pasal 27 ayat 3 UU ITE yang sangat luwes, maka inilah masa ketika kebebasan berpendapat, berekspresi dan berinformasi rentan tercederai.

Sapu Jagat

Ukuran “tanpa hak” pada pasal 27 ayat 3 UU ITE sangatlah rancu. Pertanyannya, siapa yang kemudian “memiliki hak” untuk menghina dan mencemarkan nama baik pihak lain? Aneh rasanya jika ada pihak, siapapun, yang bertugas mengeluarkan atau menjamin hak untuk menghina dan mencemarkan nama baik!

Dari kacamata orang awam, setidaknya oleh saya, pasal tersebut pun tidak memberikan ruang yang lapang bagi si penyampai pesan untuk mengemukakan konteks yang terjadi dan niatnya. Apakah pesan yang disampaikannya memang sengaja diniatkan untuk melakukan penghinaan ataukah luapan kekecewaan dan emosi belaka? Apakah informasi yang dipostingnya memang ditujukan untuk mencemarkan nama baik?

Memang ada klausul “dengan sengaja”, sebagai representasi “niat”, yang harus dipenuhi dalam pasal tersebut. Tetapi ini tidak jelas, apakah “dengan sengaja” di sini mengacu pada proses menyampaikan / memposting pesannya, ataukah mengacu pada penghinaan / pencemaran nama baik?

Kalau konteksnya seperti ini, “bahwa saya dengan sengaja menggunakan hak saya untuk marah, kesal dan kecewa serta menyampaikannya melalui media Internet, tetapi saya sama sekali tidak punya niat untuk sengaja menyebabkan pihak lain merasa dihina atau dicemarkan nama baiknya”, masihkah pasal 27 ayat 3 UU ITE berhak menjerat saya? Ataukah jangan-jangan pasal karet tersebut memang sebaiknya direvisi, atau paling ekstrimnya, dicabut saja? Yang terbaik untuk rakyat, itulah yang seharusnya dipikirkan dan dilakukan oleh pemerintah.

Opera van Internet

Kombinasi antara hilangnya sejumlah simbol komunikasi dalam komunikasi bermediasi komputer dengan keberadaan pasal 27 ayat 3 UU ITE tersebutlah yang menjadi inti pemicu dari Opera van Internet khas Indonesia ini. Opera yang memang menarik untuk diikuti beritanya, tetapi sangat mungkin dikemudian hari Andalah yang menjadi pemerannya. Jika episode Prita bisa ditutup manis dengan kisah setumpuk uang koin, maka bukan tidak mungkin di episode lain akan pemerannya akan berakhir di penjara.

Sementara ini yang terbaik adalah meminta para pihak untuk arif dalam menilai dan menyikapi persoalan yang ada. Tidak melulu setiap persoalan di ranah maya harus dihantam dengan pasal sapu jagat pada UU ITE tersebut.

Pun, para pelaku komunikasi di ranah maya, sebaiknya harus membiasakan diri untuk bersabar dan berpikir ulang dampak positif dan negatifnya bagi dirinya atau pihak lain sebelum memposting apapun di Internet. Sebab sekali terposting, maka pesan tersebut akan abadi selamanya di Internet. Maka pepatah China berikut ini bisa menjadi pegangan penutup, “jika Anda dapat bersabar dari 1 kemarahan, maka Anda akan lolos dari 100 hari penyesalan,”

Untuk itu saya mengajak kita semua yang merasa atau masih peduli dengan kebebasan berekspresi, berinformasi dan berpendapat di Internet, untuk bergabung menyuarakan opini dan aspirasi melalui grup “Ekspresi Online Bukan Kriminal” di Facebook.

Di akhir tulisan ini, ijinkan saya mengutip ujaran dari Martin Luther King, seorang pejuang penegakan hak asasi manusia, sekedar sebagai pengingat kita semua, “our lives begin to end the day we become silent about things that matter”.

*) Penulis, Donny B.U., adalah peneliti Indonesia untuk komunitas internasional OpenNet.Asia yang memperjuangkan kebebasan berekspresi di Internet. Dapat dihubungi melalui e-mail dbu[at]donnybu.com

Koin peduli Prita akan dijadikan Monumen Keadilan

December 18th, 2009

Koin peduli Prita akan dijadikan Monumen Keadilan. Benar-benar peduli atau hanya cari sensasi?

Terkait banyaknya jumlah koin yang sekarang ada di posko koin keadilan, ada sejumlah pengusaha asal medan yang berencana akan membeli koin itu untuk dijadikan monumen keadilan. Pengusaha bernama Rahmat Shah adalah yang berencana akan membeli atau tepatnya mengantikan jumlah ‘Koin Peduli Prita’ untuk dibuat monumen.

“Ingin membeli ‘Koin Peduli Prita’ atau lebih tepat akan kami gantikan jumlahnya. Akan menjadi lambang keadilan,” ujar Rahmat Shah, dalam perbincanga di TVOne, Jumat 18 Desember 2009 .

Terlepas dari niatan para pengusaha ini tulus atau tidak, tapi sepertinya mereka lupa, bahwa beberapa dari mereka atau sebagian besar pengusaha acap kali melakukan tindakan tidak adil terhadap karyawannya. Jam kerja dan pemberian gaji, hari libur nasional, hak cuti dan sebagainya, yang tidak sesuai aturan perundang-undangan, kerap kali sangat merugikan para pekerja (karyawan) yang bekerja di perusahaan mereka. Dengan dalih perusahaan masih kecil dan atau tidak untung besar, mereka sering kali membuat aturan sepihak dan tidak berdasarkan kepada aturan perundang-undangan yang berlaku. Dan tentu saja imbasnya karyawan yang dirugikan.

Jadi menurut saya, niat mereka mendirikan Monumen Keadilan dari koin prita (yang mereka beli/tukar), tidaklah lantas mereka bersih dari rasa ke-tidak adilan. Daripada buat monumen hanya untuk cari sensasi (disaat yang tepat), lebih baik perbaiki saja manajemen perusahaan dengan prinsip win-win solution atau kemitraan. Buat karyawan lebih sejahtera. Maka otomatis perusahaan pun akan maju.

“Kiamat” mundur 2013

December 11th, 2009

2012 movie poster2aMasih ingat akan hebohnya film “2012″? dimana film yg dibuat berdasarkan ramalan dari penanggalan kuno suku maya banyak menuai pujian juga kritik. North Shore Movies memberikan penilaian 3 dari 5 secara keseluruhan akan film ini. Film ini dianggap sangat konyol dan kocak karena secara keseluruhan menampilkan banyak kebetulan dan penyelamatan yang dilakukan di menit-menit akhir membuat orang bingung. Karena dari sekian banyak manusia yang mengetahui akan hal ini hanya beberpa orang saja yang terlihat siap dalam melakukan penyelamatan.

Bila dilihat sebagai film, tentu anda akan kecewa tapi bila anda menjadikannya sebagai sarana dan wahana hiburan (apalagi bila menonton di bioskop 3D dengan bangku yg bisa bergerak) maka film dengan multi efek extravaganza ini akan sangat memuaskan.

Tanpa mempedulikan ramalan tentang datangnya kiamat pada tahun 2012, para ilmuwan awalnya sepakat bahwa pada tahun tersebut memang bakalan terjadi badai matahari. Namun, perkiraan itu belakangan bergeser, karena bintik hitam matahari sampai sekarang belum muncul.

Bintik hitam atau secara ilmiah dinamai sunspot adalah tanda-tanda adanya aktivitas matahari. Banyaknya sunspot yang mengandung medan magnet akan menciptakan ledakan sehingga aktivitas matahari dianggap telah mencapai puncaknya. Radiasi gelombang elektromagnetik yang disemburkan oleh ledakan itu dapat mencapai bumi yang berjarak 150 juta Km dari matahari.

Sesuai siklus 11 tahunan matahari, puncak aktivitas matahari akan sampai pada siklus ke-24 pada 2012 nanti. Karena itu, para ilmuwan memperkirakan sunspot akan mulai muncul pada 2007 lalu dan bertambah banyak pada tahun-tahun sesudahnya.

“Tapi ternyata sebagian peneliti melihat sekarang ini belum muncul bintik hitamnya itu,” kata Sri Kaloka Prabotosari, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa (Pusfatsainsa) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) di kantor Lapan Bandung, Jl Djundjunan, Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/12/2009).

Kepala Bidang Matahari dan Antariksa Lapan Clara Y Yatini mengatakan, sunspot terbentuk akibat kuatnya medan magnet di permukaan matahari. Tampak gelap yang telihat pada bintik hitam matahari disebabkan karena energi yang ada di sunspot itu tidak bisa dilepaskan.

Dia melanjutkan, karena kuatnya medan magnet pula, badai matahari akan berhembus dari daerah sunspot tersebut. Makin banyak bintik-bintik hitam di matahari, makin besar pula potensi terjadinya badai matahari.

“Itu proses yang terjadi di matahari dan tidak bisa dikontrol. Kalau memang waktunya meledak, ya, meledak,” kata dia.

Senada dengan Sri Kalola, menurut Clara, siklus aktivitas matahari yang ke-24 semula diperkirakan lebih besar dibanding siklus sebelumnya. Akan tetapi, dengan melihat belum adanya sunspot di permukaan matahari, prediksi itu berubah.

Menurutnya, dengan melihat perilaku matahari yang seperti itu, Lapan memprediksi aktivitas matahari akan mencapai puncaknya bukan pada 2012, melainkan Mei 2013. Saat itu, ledakan-ledakan matahari, yang dikait-kaitkan orang dengan ramalan kehancuran bumi dan kiamat, akan terjadi.

“Dengan mengamati matahari terus menerus, kelihatannya matahari ini masih malas-malasan. Akhirnya para peneliti mengulang lagi prediksinya dan mengatakan siklus ke-24 ini bakalan rendah daripada siklus ke-23,” tuturnya.(dari berbagai sumber)